Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2024

Barokah Itu Turun di Tengah-Tengah Makanan

Dari Ibnu ‘Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ الْبَرَكَةَ تَنْزِلُ وَسَطَ الطَّعَامِ فَكُلُوا مِنْ حَافَتَيْهِ وَلاَ تَأْكُلُوا مِنْ وَسَطِهِ "Barokah itu turun di tengah-tengah makanan, maka mulailah makan dari pinggirnya dan jangan memulai dari tengahnya." (HR. Tirmidzi no. 1805 dan Ibnu Hibban no. 5245. Abu ‘Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih) Sumber : Rumaysho

Perbanyaklah Shalawat Setiap Jumat

 Rasulullah Shalallahu alayhi wasallam bersabda : أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً "Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti." (HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Hadits ini hasan ligoirihi –yaitu hasan dilihat dari jalur lainnya)

Sunnah Berdoa Setelah Ashar pada Hari Jumat

Rasulullah Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam, يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً لاَ يُوجَدُ فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللهَ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ إِيَّاهُ فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ "Pada hari Jum’at terdapat dua belas jam  (pada siang hari), di antara waktu itu ada waktu yang tidak ada seorang hamba muslim pun memohon sesuatu kepada Allah melainkan Dia akan mengabulkan permintaannya. Oleh karena itu, carilah ia di akhir waktu setelah ‘Ashar." (HR. Abu Daud)

Sungguh Beruntung bagi Orang yang Tidak Melihat Rasulullah Namun Ia Beriman Kepadanya

Dari Abu Sa'id Al Khudri radhiallahu'anhu, ia berkata: يا رسولَ اللهِ طوبى لِمَن راكَ وآمَن بكَ قال : طوبى لِمَن رآني وآمَن بي وطوبى ثمَّ طوبى لِمَن آمَن بي ولَمْ يَرَني "Wahai Rasulullah, sungguh beruntung bagi orang yang melihatmu dan beriman kepadamu." Rasulullah bersabda, "Sungguh beruntung, orang yang melihatku dan beriman kepadaku. Namun lebih beruntung lagi, dan lebih beruntung lagi, bagi orang yang beriman kepadaku padahal mereka tidak melihatku." (HR. Ibnu Hibban no. 7230, dihasankan oleh Syaikh Syu'aib Al Arnauth)

Salah Seorang dari Kalian Dapat Melihat Kotoran Kecil di Mata Saudaranya Tetapi Dia Lupa Akan Kayu Besar yang Ada di Matanya

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, يُبْصِرُ أَحَدُكُمْ القَذَاةَ فِي أَعْيُنِ أَخِيْهِ، وَيَنْسَى الجَذْلَ- أَوْ الجَذْعَ – فِي عَيْنِ نَفْسِهِ "Salah seorang dari kalian dapat melihat kotoran kecil di mata saudaranya tetapi dia lupa akan kayu besar yang ada di matanya." (HR. Bukhari dalam Al Adabul Mufrad no. 592, riwayat yang shahih)

Meraih Keridhaan Semua Manusia Adalah Tujuan yang Tidak Mungkin Dicapai

Imam asy-Syafi'i rahimahullah mengatakan, رضى الناس غاية لاتدرك، وليس إلى السلامة منهم سبيل، فعليك بما ينفعك فالزمه "Meraih keridhaan semua manusia adalah tujuan yang tidak mungkin dicapai. Sebab, tidak ada jalan untuk selamat dari (celaan) mereka. Oleh karena itu, hendaknya engkau melakukan hal yang bermanfaat bagimu dan konsistenlah."  (Siyar A'lam an-Nubala 8/423)

Empat Perkara Jahiliyyah tapi Manusia Tidak Mau Meninggalkannya

Rasulullah shalallahu alayhi wasallam bersabda: أَرْبَعٌ ‌فِي ‌أُمَّتِي ‌مِنْ ‌أَمْرِ ‌الْجَاهِلِيَّةِ، لَا يَتْرُكُونَهُنَّ: الْفَخْرُ فِي الْأَحْسَابِ، وَالطَّعْنُ فِي الْأَنْسَابِ، وَالْاسْتِسْقَاءُ بِالنُّجُومِ، وَالنِّيَاحَةُ "Empat perkara pada umatku yang termasuk perkara jahiliyyah, mereka tidak meninggalkannya: bangga dengan kemuliaan nasab, mencela nasab orang lain, menisbatkan turunnya hujan kepada bintang, meratapi kematian." (HR. Muslim no. 934)

Masuk Surga dari Pintu Tengah

Dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ "Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya." (HR. Tirmidzi, no. 1900; Ibnu Majah, no. 3663 dan Ahmad 6:445. Al-Hafizh Abu Thahir berkata bahwa hadits ini hasan)

Larangan Meminta-minta

 وَعَنْ اَبِى عَبْدِاللهِ الزُّبَيْرِبنِ العَوَّامِ قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللهِ :لأَنْ يَأْخُذَ اََحَدُكُمْ اَحْبُلَهُ ثُمَّ يَاْتِى الْجَبَلَ فَيَاْتِىَ بِحُزْمَةٍ مِنْ حَطَبٍ عَلَى ظَهْرِخِ فَيَبِيْعَهَا فَيَكُفَّ اللهُ بِهَا وَجْهَهُ خَيْرٌلَهُ مِنْ اَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ اَعْطَوْهُ اَوْ مَنَعُوْهُ Dari Abi Abdillah (Zubair) bin Awwam Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya, seorang di antara kalian membawa tali-talinya dan pergi ke bukit untuk mencari kayu bakar yang diletakkan di punggungnya untuk dijual sehingga ia bisa menutup kebutuhannya, adalah lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lain, baik mereka memberi atau tidak." (HR Bukhari, no. 1471)

Doa Ketika Menghadapi Kesulitan

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu Rasulullah ﷺ bersabda, “Apa yang menghalangimu untuk mendengar apa yang aku wasiatkan kepadamu? Yaitu, katakanlah ketika pagi dan petang,  يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أََصْلِحْ لِي شَأنِي كُلَّه، وَ لَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ Wahai yang Maha Hidup dan yang Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah seluruh urusanku dan janganlah Engkau menyerahkanku kepada diriku sendiri walau sekejap mata.” (Silsilah Ash-Shahihah no. 2457)

Apabila Allah Menginginkan Keburukan bagi Suatu Kaum...

Ibnu Muflih rahimahullahu mengatakan: إذا أراد الله بقوم شرا ألزمهم الجدال ومنعهم العمل "Apabila Allah menginginkan keburukan bagi suatu kaum, maka Dia akan menjadikan mereka gemar berdebat dan menghalangi mereka dari beramal." (al-Adab asy-Syar'iyyah, 1/202)

Orang yang Makan lagi Bersyukur seperti Seorang yang Berpuasa lagi Bersabar

 حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ حُمَيْدِ بْنِ كَاسِبٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَعْنٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْأُمَوِيِّ عَنْ مَعْنِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ حَنْظَلَةَ بْنِ عَلِيٍّ الْأَسْلَمِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ الطَّاعِمُ الشَّاكِرُ بِمَنْزِلَةِ الصَّائِمِ الصَّابِرِ Telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Humaid bin Kasib berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ma'n dari Bapaknya dari Abdullah bin Abdullah Al Amawi dari Ma'n bin Muhammad dari Hanzhalah bin Ali Al Aslami dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Orang yang makan lagi bersyukur seperti seorang yang berpuasa lagi bersabar." (Sunan Ibnu Majah No. 1754) Sumber : https://www.hadits.id/hadits/majah/1754